You are currently viewing Petani Muda Berkemajuan Girang Bupati Sambas Launching Kampung Buah Semangka 

Petani Muda Berkemajuan Girang Bupati Sambas Launching Kampung Buah Semangka 

pojokkatanews.com – Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj. Yunisa, S.Pd., M.AP., menghadiri Launching Kampung Buah Semangka sekaligus Panen Buah Semangka di Dusun Binawarsa, Desa Sagu, Kecamatan Galing. Rabu, (13/12/2023). 

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj. Yunisa, S.Pd., M.AP., Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sambas, Drs. Hermanto, M.Si., Kepala Dinas Perkim LH, Firman, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Ir. Musanif, M.T., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, H. Zainal Abidin, Camat Galing Suriawan, dan tamu undangan lainnya. 

Petani Muda Berkemajuan Kabupaten Sambas, Alidi, mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Satono yang sudah datang ke kampung kami dalam rangka panen buah semangka dan launching kampung buah semangka. 

“Awal mula saya mulai berkebun itu pada tahun 2021 dan mulainya bukan di lahan ini tetapi di lahan yang sebelumnya yang alhamdulillah berhasil, dan ini adalah hasil kebun semangka kesekian kalinya yang berhasil,” Kisahnya. 

Alidi menuturkan luas lahan kebun semangka miliknya seluruhnya tiga hektar, dan letak keseluruhan luas tiga hektar itu bukan hanya di satu tempat melainkan terpisah. 

“Kami Petani Muda Berkemajuan Kabupaten Sambas di Desa Sagu Kecamatan Galing punya lahan tanaman semangka sekitar belasan hektar dan yang saat ini sudah berhasil sebanyak 20 persen dan buah yang sudah dikeluarkan sudah sekitar 20 ton dalam bulan ini kemudian menyusul akhir tahun ini,” Jelasnya. 

Jika diuangkan saat ini 3.500 rupiah perkilonya jika di jual di sini, tetapi jika di jual ke luar negeri maka harganya sudah beda lagi harga sudah 5.000 rupiah perkilonya, sekitar 100 juta dalam sekali panen. 

“Dalam setahun kami bisa tiga kali panen, bulan pertama pengolahan lahan, bulan kedua masa tanam hingga panen,” Kata Alidi. 

Satu hektar lahan perkebunan modalnya sekitar 30 juta, untuk hasilnya tergantung perawatan lagi bahkan hasilnya bisa mencapai ratusan juta. (nik) 

 

Tinggalkan Balasan