You are currently viewing Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 11 Maret 

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 11 Maret 

pojokkatanews.com – Muhammadiyah menetapkan Awal Puasa Ramadhan 1445 Hijriah Jatuh pada 11 Maret 2024 melalui Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 ini ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti pada 12 Januari 2024.

Saat diwawancarai, Plt. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sambas, Isnul Aprinda, membenarkan bahwa Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1445 Hijriah pada 11 Maret 2024.

“Benar, bahwa terkait dengan sudah dekatnya memasuki bulan Ramadhan 1445 H, maka PDM Kabupaten Sambas menyampaikan bahwa sesuai dengan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1445 Hijriah. Berdasarkan maklumat tersebut, puasa pertama 2024 jatuh pada Senin, 11 Maret 2024,” Katanya saat diwawancarai pada Rabu, (11/2/2024).

Keputusan penetapan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sambas merupakan bagian dari Persyerikatan Muhammadiyah. Dimana Persyerikatan Muhammadiyah memiliki struktur organisasi dari pusat, propinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa bahkan sampai pada tataran RT.

Persyerikatan Muhammadiyah bergerak dibidang agama dengan berbasis pada Kesehatan, Pendidikan dan ekonomi ummat. Di Kabupaten Sambas terdapat beberapa Pimpinan Cabang Muhammadiyah di tiap kecamatan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berupa sekolah dari Tingkat SD hingga SMA.

“PDM Kabupaten Sambas, menghimbau dan mengajak untuk tetap saling menghormati jika nantinya ada perbedaan dalam penetapan hari pertama puasa. Serta selalu mempersiapkan diri baik terkait kesehatan fisik dan amal ibadah lainnya,” Imbau Isnul.

Ibadah puasa merupakan salah satu rukun Islam setelah syahadat dan sholat sehingga seorang muslim wajib hukumnya untuk melakukan ibadah puasa. Rukun Islam haruslah dilakukan secara seutuhnya, artinya satu paket. Setelah syahadat, sholat, puasa dan zakat serta ibadah haji jika mampu.

“Puasa mengisyaratkan seorang muslim untuk meraih ketaqwaan, taqwa yg sebenar benarnya dimana menjalankan perintah Allah serta meninggalkan larangan-Nya.Puasa mengisyaratkan seorang muslim untuk meraih ketaqwaan, taqwa yg sebenar benarnya dimana menjalankan perintah Allah serta meninggalkan larangan-Nya,” Tutup Isnul. (Nik)

Tinggalkan Balasan