Pojokkatanews.com – Pemerintahan Daerah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan peningkatan angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Sambas tahun 2024. Jumat (1/3/2024) di Aula Bupati Sambas.
Hadir dalam Rakor tersebut, Bupati Sambas H Satono, asisten I, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sambas serta seluruh tamu undangan .
Bupati Satono dalam sambutannya menyampaikan, terimakasih atas agenda yang terselenggara rakor mengenai percepatan peningkatan angka RLS.
“Terimakasih kepada Kadispendikbud yang mengagendakan kegiatan ini, berikutnya kalau ada agenda yang sama mudah-mudahan diberikan kemudahan kelancaran sehingga kegiatan yang baik untuk mendorong membangun peradaban Sambas yang lebih unggul, lebih hebat dibandingkan Kabupaten kota yang ada di Kalbar ar menjadi cita-cita bersama dan terwujud,” ucapnya.
Kata Bupati, 2024 Sambas terunggul IPM Nomer 3 di Kalimantan yang menjadi kebanggaan kita bersama.
“Bahwasanya Pemda Sambas mendapatkan anugerah ke tiga, di mana posisi IPM kita meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, walaupun diantara tiga indikator penentu dan rangka peningkatan IPM itu ada di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, namun justru pada tahun kemarin yang membuat IPM naik,” tuturnya.
“Saya harap ini menjadi tugas-tugas yang mulia untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa, pastikan usia tidak ada yang berhenti ataupun tidak mampu untuk menuntut ilmu,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sambas Arsyad, S.Pd, M.M dalam laporannya memaparkan, kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dalam mencapai tujuan Sambas Berkemajuan.
“Kegiatan ini semuanya untuk menyamakan persepsi tentang percepatan peningkatan RLS dan harapan lama sekolah dengan langkah menyikapi ini perlu kita semua hadir dalam rangka menggerakkan seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
“Melalui bapak-bapak Camat, kepala desa, kepala dusun, sampai ketika RT RW untuk disampaikan bahwa pendidikan itu wajib kita laksanakan, rata-rata lama sekolah ini berdampak kepada banyaknya di tingkat SD SMP, SMA, SMK Kabupaten Sambas, maka kita undang seluruh kepala sekolah SD dan SMP untuk diberikan arahan tentang pertanggungjawaban terhadap siswa-siswi yang ada di sekolah yang Kepala Se-Kabupaten Sambas,” sambungnya. (Run).