You are currently viewing Prinsip-Prinsip Belajar Bagi Peserta didik

Prinsip-Prinsip Belajar Bagi Peserta didik

Dari prinsip-prinsip belajar dan pembelajaran yang telah diketahui, peserta didik sebagai subyek pembelajaran tidak boleh mengabaikannya begitu saja. Karena peserta didik sebagai motor utama “primus motor” dalam kegiatan pembelajaran sehingga akan berhasil jika menyadari implikasi prinsip-prinsip belajar terhadap dirinya. Adapun implikasi prinsip-prinsip belajar bagi peserta didik sebagai berikut:

  1. Perhatian dan Motivasi

Dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik dituntut untuk memberikan perhatian terhadap semua rangsangan. Adanya tuntutan tersebut seyogyanya mendorong peserta didik memiliki perhatian terhadap segala pesan yang terimanya. Pesan-pesan yang diterima dalam pembelajaran adalah yang dapat merangsang indranya. Dengan demikian, peserta didik diharapkan selalu melatih indranya dan belajar untuk memperhatikan rangsangan yang muncul dalam proses pembelajaran. Karena peningkatan minat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi.

  1. Keaktifan

Peserta didik sebagai sentral dalam belajar, maka sebagai konsekuensinya aktivitas peserta didik merupakan syarat berlangsungnya proses pembelajaran. Aktivitas peserta didik dalam hal ini baik secara fisik maupun intelektual dan emosional harus aktif. Jadi, tidak ada gunanya guru melakukan pembelajaran jika peserta didiknya pasif saja. Sebab para peserta didiklah yang belajar, maka merekalah yang harus melakukannya.

  1. Keterlibatan Langsung

Tempat seorang peserta didik dalam kelas tidak dapat tergantikan oleh orang lain. Oleh karena itu, keterlibatan langsung peserta didik dalam proses pembelajaran mutlak adanya. Sebagai implikasinya peserta didik dituntut untuk mengerjakan sendiri tugas belajar yang diberikan oleh gurunya. Dengan keterlibatan ini mereka akan mendapat pengalaman.

  1. Pengulangan

Istilah yang masih dapat dipertahankan dalam proses pembelajaran adalah tujuh kali satu (7×1) lebih baik daripada satu kali tujuh (1×7). Pernyataan ini masih sangat dibutuhkan walaupun dalam era teknologi yang serba canggih. Sebagai implikasi dari prinsip pengulangan bagi peserta didik adalah kesadaran peserta didik untuk bersedia melakukan sesuatu secara berulang-ulang.

  1. Perbedaan Individual

Setiap peserta didik mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Adanya perbedaan ini seharusnya membuat setiap peserta didik menyadari bahwa dirinya berbeda dengan temannya, hal ini akan membantu diri peserta didik dalam menentukan cara belajarnya sendiri. Sebagai implikasi dari prinsip perbedaan individual bagi peserta didik adalah menentukan tempat duduk di kelas, menyusun jadwal belajar dan sebagainya.

  1. Tantangan

Sesuatu yang menantang kadang mengasyikkan, seperti halnya peserta didik apabila diberikan tugas untuk mencari sendiri tentu akan lebih termotivasi untuk belajar. Peserta didik merasa tertantang dengan pencarian tersebut. Kegiatan ini diharapkan bisa membuat peserta didik lebih giat belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

  1. Balikan dan Penguatan

Setiap orang selalu membutuhkan suatu kepastian dalam setiap aktivitas yang dilakukannya. Seperti halnya peserta didik setiap selesai ulangan tentu ingin mengetahui hasil ulangannya. Karena dari sini akan timbul kesadaran untuk memperoleh balikan sekaligus penguatan dari apa yang dilakukannya.

Sebagai implikasi dari prinsip balikan dan penguatan ini adalah peserta didik segera mencocokan jawaban dengan kunci jawaban, menerima kenyataan terhadap nilai yang diperoleh atau menerima teguran dari orang tua atau guru dari hasil yang kurang baik. Jika peserta didik tidak mendapatkan segera nilai perolehan dalam ulangan maka tidak ada balikan dan penguatan dari pekerjaannya, yang akhirnya dia merasa sia-sia apa yang telah dilakukannya.

 

(Penulis: Bayu, M.Pd Dosen IAIS Sambas)

 

Tinggalkan Balasan