Pojokkatanews.com- Rabu 19 Juni 2024, adalah hari ketiga perayaan Idul Adha, masih dengan suasana masak memasak rendang dan kari dari daging pemberian para dermawan.
Angin bertiup sepoi-sepoi pada pukul 10.00 WIB pagi, Emi (46) warga Desa Jagur Kecamatan Sambas sedang memasak kari untuk lauk makan siang sekeluarga. Menggunakan dapur kayu agar elpiji yang harganya menyengat bisa dihemat.
Tak jauh dari dapur kayu miliknya tersebut, berdiri sebuah kandang kambing dengan populasi penduduk 12 ekor, sehat dan tak pernah hidup susah. Cukup sandang dan pangan.
Tapi tak ada yang bisa menolak nasib, merubah ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hari itu, Emy yang sedang senang karena bisa memasak kari untuk keluarga ditimpa petaka.
Kari hampir matang, Emy masuk kerumah dengan tenang, mungkin untuk menyiapkan apa yang kurang dan apa yang diperlukan.
Tungku dapur dia tinggalkan, api sudah padam, namun bara masih menyala, angin bertiup sedikit bergelora perlahan menghidupkan kembali si tuan api.
Tiba-tiba teriakan nyaring anaknya memekakkan telinga, membuat Emy bergegas berlari ke belakang. Api menyala di kandang kambing miliknya, membesar dan tak terkendali lagi seperti saat kecil di bawah panci.
Emy panik dan meminta bantuan sanak keluarga. Namun bara kecil telah menjadi api yang tinggi, semua tak kuasa melawan takdir, dua belas ekor kambingnya meregang nyawa tewas terpanggang, sepanci kari tak boleh disesali.
Bara kecil yang telah menjadi Raja Api akhirnya bisa ditaklukkan, setelah warga, BPK, Polisi dan Manggala Agni menggabungkan kekuatan.
Kapolres Sambas, melalui Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko Kasih Wiyono, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, tadi ada kandang kambing yang terbakar. Ada 12 kambing tewas terbakar dalam kejadian itu,” katanya.
“Kebakaran mengakibatkan seluruh bangunan kandang kambing beserta 12 ekor kambing peliharaan terbakar. Kerugian ditaksir mencapai sekitar 35 ju
ta rupiah,” pungkasnya