pojokkatanews.com – Camat Paloh, Budi Susanto mengapresiasi atas suksesnya kegiatan Festival Pesisir Paloh 2024 setelah sekian lama dinantikan oleh masyarakat Paloh khususnya. Senin, (1/7/2024).
Camat Paloh, Budi Susanto dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran petinggi Pemerintah Kabupaten Sambas dikarenakan jadwal yang sangat padat serta Ia juga menyampaikan slama hangat dari Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., untuk warga Paloh dan peserta Festival Pesisir Paloh 2024.
“Kami mengucapkan terima kasih dengan sangat atas kerja sama dan telah memilih Paloh sebagai lokasi kegiatan Festival Pesisir Paloh ini dilaksanakan,” ujarnya.
Budi mengatakan, perlu diakui masih banyak hal yang perlu diperbaiki ke depannya.
“Tetapi saya anggap kegiatan Festival Pesisir Paloh 2024 ini sudah sangat luar biasa dan mudah-mudahan kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini saja agar nantinya akan kita lanjutkan lagi varian-varian kegiatan yang lebih menyemarakkan kegiatan festival pesisir Paloh ke depannya,”
Camat Paloh sangat mengapresiasi semangat Duta Penyu Paloh 2024 dan kakak-kakak Pramuka yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut untuk menjadi agen perubahan dan memiliki kepedulian terhadap konservasi laut dan penyu.
“Kita mampu menjadi bagian dari konservator yang akan menyelamatkan ekosistem dan menjaga habitat penyu, dengan itu kita menyelamatkan bumi dan menjamin kelestarian konservasi laut agar tetap terjaga,” ucapnya.
Tak lupa, Budi Susanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras dan tentu saja dengan segala dinamika kesulitan medan dan cuaca namun tidak mengurangi kegiatan-kegiatan inti yang menjadi pesan-pesan moral maupun pesan ke ilmuan yang bisa diterima oleh masyarakat Paloh khususnya Desa Temajuk.
“Terdapat dua hal yang menjadi catatan saya kepada seluruh masyarakat Temajuk yang mungkin juga menonton dan seluruh masyarakat Paloh, bahwa ternyata kesadaran kita untuk menjaga kebersihan ekosistem laut di pantai masih perlu kita tingkatkan. Karena masih kita temukan 1,5 ton sampah di pantai,” tuturnya.
Apakah sampah tersebut terbawa oleh arus air kemudian oleh ombak ke pantai atau sampah yang memang diciptakan sendiri.
“Apapun itu merupakan koreksi bagi kami untuk membudayakan penjagaan pantai agar tetap bersih dan nyaman karena bukan kita saja sebagai manusia yang akan menikmati keindahan dan kelestarian itu tetapi, ada biota-biota lain yang sangat ingin agar pantai itu tetap terjaga bersih dan lestari,” Pungkasnya. (Nik)