You are currently viewing Ini Genting Program Jambore Genre Cegah Stunting

Ini Genting Program Jambore Genre Cegah Stunting

pojokkatanews.com – DP3AP2KB Kabupaten Sambas menggelar Jambore Generasi Berencana (Genre) se-Kabupaten Sambas dan Pencegahan Anemia pada remaja dalam rangka Implementasi Nyata Genre Cegah Stunting (Ini Genting) Kabupaten Sambas. Kamis, (18/7/2024) di Aula Keberbakatan Dikdaya Kabupaten Sambas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sambas Fatma Aghitsni melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Rosnita menyampaikan bahwa intervensi gizi spesifik menjadi salah satu upaya yang penting dilakukan dalam percepatan penurunan stunting di 12 provinsi prioritas.

“Intervensi gizi spesifik yang dilakukan untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan yang salah satunya dengan penguatan kapasitas dan perilaku remaja sebagai calon pasangan remaja perlu mendapatkan penguatan kapasitas dan perilaku agar memiliki pemahaman kesadaran dan perilaku yang positif sehingga memiliki status gizi dan kesehatan yang ideal,” ungkap Rosnita.

Status gizi dan kesehatan yang ideal dapat dilihat dari tinggi indeks masa tubuh dan lingkar lengan atas serta dasar hemoglobin dalam darah untuk mengetahui kondisi anemia atau rendah darah.

“Sehubungan dengan hal tersebut untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan remaja dalam upaya percepatan penurunan stunting di 12 provinsi prioritas BKKBN melalui Dinas P3AP2KB Kabupaten Sambas melakukan penguatan kapasitas dan perilaku remaja melalui kegiatan Jambore Genre dan pencegahan anemia pada remaja sebagai implementasi nyata genre Indonesia cegah stunting atau Ini Genting,” jelasnya.

Sebagaimana implementasi nyata Genre melakukan pencegahan stunting atau Ini Genting kegiatan mengedukasi ini perlu diikuti dengan aksi atau kampanye gerakan menyapa.

“Agar remaja usia 15 sampai 19 tahun yang menjadi sasaran tidak hanya meningkat pemahaman dan kesadarannya tetapi juga mau berperilaku positif mengingat remaja sangat dipengaruhi teman sebaya maka upaya peningkatan pemahaman kesadaran sikap kritis dan perilaku positif terkait gizi dan pencegahan anemia dilakukan dengan pendekatan dari remaja kepada teman sebayanya,” pungkas Rosnita. (Nik)

 

Tinggalkan Balasan