You are currently viewing Bupati Sambas Sebut Gebyar SMP Sebagai Ajang Pesta Pendidikan 

Bupati Sambas Sebut Gebyar SMP Sebagai Ajang Pesta Pendidikan 

pojokkatanews.com – Gebyar SMP se-Kabupaten Sambas Tahun 2024 merupakan kolaborasi antara Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kamis, (25/7/2024).

Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., menuturkan bahwa IKM memberikan ruang bagi sekolah untuk merdeka dalam mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan konteks masing-masing, sedangkan P5 berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa yang sejalan dengan profil pelajar pancasila.

“Gebyar SMP ini merupakan sebuah pesta pendidikan untuk kita semua dan dapat kita jadikan ajang untuk berkarya, berinovasi, dan kolaborasi antar siswa, guru, orang tua, dan serta Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

P5 merupakan kegiatan kurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan enam dimensi profil pelajar pancasila.

“Selain itu, P5 dapat mengarahkan siswa untuk mempelajari secara mendalam tema-tema atau isu penting, seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi. Siswa juga dapat melakukan aksi nyata sebagai respons terhadap isu-isu tersebut sesuai dengan perkembangan dan tahapan belajar mereka,” jelas Bupati Satono.

Dalam P5 , akan ada puncak dari rangkaian tahapan (pengenalan, kontekstualisasi, aksi, refleksi, dan tindak lanjut) dalam setiap projek yaitu gelar karya P5 yang saat ini diselenggarakan dengan nama Gebyar SMP Kabupaten Sambas.

“Gelar karya P5 merupakan sebuah pameran hasil karya projek yang dilakukan oleh siswa-siswi dan hari ini semua hasil karya dari para siswa-siswa kita perlihatkan kepada masyarakat luas,” tutur Satono.

“Pada akhirnya saya ingin menyampaikan kepada anak-anakku para siswa-siswi SMP, para guru dan orang tua bahwa Gebyar SMP ini bukan ajang pamer tanpa makna saja, tetapi memiliki dampak positif, diantaranya pertama dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi siswa, kedua meningkatkan kemampuan komunikasi dan presentasi siswa, ketiga meningkatkan kerja sama dan kolaborasi antarsiswa, guru, dan orang tua, keempat dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa, dan kelima meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap hasil karya sendiri,” pungkas Bupati Satono. (Nik)

 

Tinggalkan Balasan