You are currently viewing Pemkab Dukung IAIS Sambas Menuju Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas 

Pemkab Dukung IAIS Sambas Menuju Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas 

pojokkatanews.com – Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas menggelar Seminar Transformasi IAIS Sambas Menuju Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas di Aula Utama Kantor Bupati Sambas. Senin (5/8/2024).

Seminar tersebut mengusung tena Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Dalam Memperkokoh NKRI, Memperkuat Moderasi Beragama dam Mewujudkan Sambas Berkemajuan.

Bupati Sambas, H. Satono melalui Kepala Bappeda Kabupaten Sambas, Yudi, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut dari IAIS Sambas bertransformasi menjadi Universitas Muhammad Syafiuddin Sambas.

Hal tersebut sejalan dengan dengan RPJPD tahun 2025 bahwa Pemkab Sambas mempunyai misi bagaimana Kabupaten Sambas menjadi terunggul di Kalimantan Barat, dan transformasi universitas menjadi salah satu progres yang sangat harus didukung agar bisa segera terealisasi.

“Kita melihat bahwa secara geografis Kabupaten Sambas berada di wilayah perbatasan tentu kondisi geografis ini juga sangat menguntungkan kita untuk bisa mempercepat, karena tadi dari sampaikan oleh Pak Rektor kita sudah bisa mengajukan kerjasama MOU dengan beberapa universitas di negara Malaysia tentu ini juga saya pikir kerjasama ini saling menguntungkan dan tentu dengan keberadaan universitas ini menjadi satu hal yang sangat-sangat kita perlukan,” ungkap Yudi.

Kepala Bappeda Sambas juga menyampaikan bahwa IPM Kabupaten Sambas sekarang berada di posisi ketiga se-Kalimantan Barat dan posisi pertama se-Kabupaten di Kalimantan Barat.

“Namun dari angka IPM itu ada satu yang cukup menjadi perhatian kita bersama adalah rata-rata lama sekolah Kabupaten Sambas itu yang masih nomor 3 terbawah, tentu ini juga menjadi perhatian kita bersama bagaimana kita memacu keberadaan Universitas sehingga warga Kabupaten Sambas ini lebih banyak bersekolah di wilayah Kabupaten Sambas,” tegasnya.

Karena secara pencatatan yang dilakukan oleh BPS ternyata warga Kabupaten Sambas yang kuliah di luar wilayah kabupaten Sambas itu tidak tercatat menjadi warga Kabupaten Sambas ini yang dirugikan.

“Artinya warga kita yang kuliah misalnya di Pontianak dan Kubu Raya itu tercatat menjadi warga Kota Pontianak ataupun Kubu Raya tentu ini juga merugikan secara perhitungan, sehingga waktu itu berapa kali kita diskusi Pak Rektor selalu menanyakan rasanya mustahil Kabupaten Sambas ini secara IPM kita di bawah tapi kenyataan seperti itu banyak warga kita yang kuliah bukan lagi ke dalam wilayah Kalimantan tapi juga di wilayah luar Kalimantan artinya wilayah kita menjadi penyumbang bagi wilayah lain dari sisi pendidikan,” jelas Kepala Bappeda Sambas.

Dia menuturkan transformasi ini sangat diperlukan, kedepan memang bagaimana Kabupaten Sambas sesuai dengan RPJPD bahwa kita menjadi terunggul dan ini juga akan kita lanjutkan untuk RPJPD 2025-2045 bagaimana keunggulan ini menjadi pondasi dasar yang kuat bagi kita untuk melangkah menjadi lebih maju di masa-masa mendatang.

“Kita secara jumlah penduduk kita terbesar kedua setelah Kota Pontianak, jadi dari jumlah penduduk saja kita sudah menjadi potensi untuk bagaimana kita mengajak warga masyarakat kita untuk kalau bisa tidak lagi bersekolah ke luar Kabupaten dan itu sangat menguntungkan. Kemudian dari sisi pencatatan IPM juga dari aspek-aspek lain seperti aspek ekonomi kalau masyarakat Kabupaten Sambas berkuliah di Kabupaten Sambas dari sisi ekonomi tentu makin banyak warga kita yang punya usaha kos, kemudian juga berdampak kepada rumah makan,” papar Yudi.

Tentu ini menjadi peluang-peluang dan akhirnya dari sisi pendidikan ini akan memberikan multi efek yang besar bagi sektor-sektor lain termasuk ekonomi. Jadi memang perlu ditingkatkan dan tentu peluang untuk Universitas Muhammad Syafiuddin Sambas sangat besar.

“Tentu ini tidak bisa hanya sendiri dilakukan oleh kawan-kawan IAIS, tentu perlu kolaborasi bagi kita semua untuk bagaimana mendukung penguatan-penguatan, percepatan-percepatan sehingga Universitas Muhammad Syafiuddin Sambas ini bisa cepat terwujud dan ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Sambas,” pungkas Yudi. (Nik)

 

Tinggalkan Balasan