You are currently viewing Desa Sebangun Gelar Pembukaan Festival Sagu

Desa Sebangun Gelar Pembukaan Festival Sagu

Pojokkatanews.com – Pemerintah Desa Sebangun Kecamatan Sebawi menggelar pembukaan festival Sagu IV.  Ketua Panitia pelaksana Festival Sagu IV, Farman mengatakan rangkaian acara Festival Sagu IV yang dilaksanakan selama lima hari yakni di mulai 28-31 Agustus 2024.

“Festival Sagu IV Desa Sebangun akan berlangsung mulai dari  Rabu 28 Agustus 2024 hingga Minggu 31 Agustus 2024. Selama lima hari ke depan, kita akan menyaksikan berbagai kegiatan yang tidak hanya menarik tetapi juga sarat makna dalam melestarikan budaya sagu,” katanya.

Farman juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara materil maupun moril.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara materiil maupun moril, dalam penyelenggaraan Festival Sagu IV ini,” ujarnya.

“Kepada para donatur, sponsor, serta seluruh masyarakat Desa Sebangun, kami sangat menghargai kontribusi yang telah diberikan. Tanpa dukungan dari Bapak, Ibu sekalian, acara ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik,” sambungnya.

Dirinya berharap berharap semoga Festival Sagu IV tidak hanya menjadi ajang melestarikan sagu tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi.

“Semoga Festival Sagu IV ini tidak hanya menjadi ajang untuk melestarikan sagu, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi di antara kita semua. Mari kita terus berusaha melestarikan sagu, sebagai wujud rasa cinta kita terhadap alam dan budaya,” harapnya.

Adapun rangkaian kegiatan lomba festival Sagu IV Desa Sebangun Kecamatan Sebawi diantaranya, lomba lempeng sagu tradisional dan kreasi. Lomba ini akan memperlihatkan keterampilan para peserta dalam membuat lempeng sagu, baik dengan cara tradisional maupun dengan kreasi inovatif. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk melihat bagaimana sagu dapat diolah dengan berbagai cara yang kreatif dan tetap menghormati tradisi. Kedua lomba membuat atap dari daun sagu dalam lomba ini, peserta akan menunjukkan keahlian mereka dalam memanfaatkan daun sagu untuk membuat atap. Ini bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi juga pelajaran tentang bagaimana kita dapat menggunakan sumber daya alam secara berkelanjutan. Ketiga, lomba kuliner umbut sagu, sagu tidak hanya sebagai bahan bangunan, tetapi juga sebagai bahan pangan yang kaya manfaat. Dalam lomba ini, peserta akan mengolah umbut sagu menjadi hidangan yang lezat, menampilkan kekayaan kuliner tradisional kita. Keempat, lomba ngulingkan batang sagu.

“Lomba ini adalah salah satu kegiatan tradisional yang menantang kekuatan dan ketangkasan peserta. Ini adalah cara kita untuk menghormati tradisi leluhur dan mengenang cara-cara mereka dalam mengolah sagu. Kelima, lomba kuliner olahan tepung sagu. Lomba ini akan menampilkan berbagai kreasi olahan dari tepung sagu, menunjukkan bahwa sagu dapat diolah menjadi berbagai makanan yang lezat dan bergizi,” (Nda/Run).

Tinggalkan Balasan