You are currently viewing Poltesa Sambas Tingkatkan Pendampingan Pengelolaan Mie Dari Bahan Baku Sagu di Desa Sebangun 

Poltesa Sambas Tingkatkan Pendampingan Pengelolaan Mie Dari Bahan Baku Sagu di Desa Sebangun 

Pojokkatanews.com – Masyarakat Desa Sebangun, Kecamatan Sebawi yang tergabung dalam tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengikuti pelatihan pembuatan mie sagu didampingi dosen Politeknik Negeri Sambas (Poltesa). Senin (1/10/2024)

Pelatihan pengolahan sagu dibekali oleh  Dosen Program Studi (Prodi) Agroindustri Pangan (AIP) Poltesa terdiri dari Gusti Randy dan Andi Maryam. Bahkan sejumlah mahasiswa ikut dilibatkan.

Ketua tim dosen Poltesa Gusti Randy Pratama mengatakan, pelatihan itu merupakan program Hibah PKM Dana DIPA Poltesa 2024.

“Ini merupakan program dari Poltesa Sambas, kemudian kita juga memberikan bantuan mesin kepada PKK setempat,” ucapnya.

Menurut Gusti Randy Pratama, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah sagu.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK Desa Sebangun dalam mengolah sagu menjadi produk mie sagu instan dan menjadi nilai tambah,” ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, output dari kegiatan ini adalah terciptanya produk mie sagu instan dari Desa Sebangun.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan output yang baik bagi masyarakat, khususnya bagi Ibu-ibu PKK Desa Sebangun yang kedepan dapat memproduksi produk mie sagu instan dengan varian rasa mie goreng dengan merek Nginde’, yang menjadi salah satu produk unggulan berbahan lokal Desa Sebangun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sebangun Sarbini menyambut baik pelatihan yang dilakukan dosen Poltesa kepada penggerak PKK Desa dalam proses pembuatan mie sagu.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Poltesa yang telah memberikan perhatiannya kepada masyarakat Desa Sebangun,” kata Sarbini.

“Saya sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan untuk peningkatan nilai tambah sagu menjadi produk olahan, semoga dengan adanya kegiatan ini kami dapat menghasilkan produk olahan mie sagu dari Desa Sebangun,” tutupnya. (Run).

 

Tinggalkan Balasan