Penulis: Adzra Faraas Ananda
“Hai,,, perkenalkan aku Cathy, aku adalah seekor kucing dan aku Mouse, aku adalah seekor tikus. Dan aku Rabbit, aku adalah seekor kelinci.
Pada Sore hari Cathy bermain di depan rumahnya,,,Mouse lewat,,,Cathy melihat Mouse dan berteriak. ”heei Mouse kenapa kamu lewat sini dan masuki tempat main saya? Ini tempat main saya jangan kamu lewati,,,memang lah si Mouse kata Cathy. Mendengar perkataan Cathy tersebut Mouse pun menjawab dengan suara yang lantang kepada Chaty. “Memang kenapa kalau saya lewat sini ? ini kan tempat main bersama?,,,Apa tempat main ini milik kamu sendiri Cathy? Mendengar jawaban Mouse, Cathy pun marah,,,dan mendekati Mouse dan berusaha ingin menangkap Mouse namun Mouse mengelak,,,dan akhirnya Cathy semakin marah,,,akan saya kejar kamu Mouse,,, kan kamu tau mouse insting, penglihatan, dan pendengaran saya kuat saya bisa menangkapmu walau dengan kondisi gelap dan bisa mendeteksi gerakan mu mouse,,,kamu dengar itu mouse. Atas perlakuan Cathy tersebut akhirnya Mouse pun marah kepada Cathy dan Mouse berusaha membalas perbuatan Cathy. “Memang kamu saja yang bisa seperti itu,,,saya juga bisa. Mouse menanggapi Cathy. “saya bisa tau kamu ada disuatu tempat dan saya punya seribu cara untuk lari dan kabur dari mu Cathy” kata Mouse,,, Cathy semakin marah,,,dan berlari mengejar Mouse,,,namun Mouse secepat kilat berlari-lari menghindari Cathy,,,”tangkap lah saya,,,tangkap lah,,,ha ha ha tak dapat menangkap saya” kata Mouse kepada Cathy dengan berulang kali. Kejar mengejar mereka tiada akhir dan akhirnya mereka bertengkar.
Beruntung sekali pertengkaran mereka tak cukup lama karena ada kelinci yang melerai pertengkaran mereka,,,nama kelinci tersebut adalah Rabbtit. Rabbit adalah teman dekat mereka berdua baik Cathy maupun Mouse. “iiihhh kamu Rabbit mengapa mengganggu saja?” kata Cathy. “iya ganggu orang berantem saja” sambung Mouse kepada Rabbit sambil meninggalkan Cathy dan Rabbit untuk pulang kerumahnya. “yaah,,,saya hanya ingin membantu kalian saja salah saya apa coba??? Agar kalian tidak lama berantem, karena kalau kalian berantem terlalu lama akan bahaya baik bagi kamu Cathy dan kamu juga Mouse. Kalau saya tidak datang tadi apa yang akan terjadi sama kalian berdua. Lanjut Rabbit menjelaskan dan merasa sedikit kebingungan dengan ulah dan tingkah temannya berdua.
Cathy dan Rabbit masuk kerumah dan kebetulan rumah mereka berdua berdekatan,,,ternyata setelah pulang kerumah Cathy masih sangat marah kepada Mouse dan masih mengingat pertengkaran mereka tadi. “Si Mouse menyebalkan” kata Cathy. Mendengat perkataan Cathy tersebut Rabbit pun menanggapi perkatan Cathy dengan sangat hati-hati karena Rabbit tahu Cathy masih sangat marah kepada Mouse. Rabbit pun memberanikan diri untuk menjawabnya. “Cathy sudah lah jangan diingat-ingat lagi lupakan saja sebaiknya kita istirahan keliahatannya kamu sangat capek Cathy”. Kata Rabbit. Akhirnya Rabbit berhasil menenangkan Cathy yang marah dan mereka pun tidur.
Keesokan harinya ketika Cathy dan Rabbit bermain di halaman rumah mereka tiba-tiba Mouse datang dengan membawa sepeda barunya. Sepeda itu diperlihatkan Mouse kepada Cathy dan Rabbit. “Lihat lah aku baru saja membeli sepeda baru pasti kau ingin juga kan Cathy?. Kata Mouse kepada Cathy sambil Mouse melakukan atraksi di depan Cathy dan Rabbit. Belum sempat Cathy menjawab perkataan Mouse,,,ada suara Druuuggggg,,,”aaduhhh,,,ternyata Mouse terjatuh dari sepeda barunya. Cathy dan Rabbit melihat Mouse terjatuh. Cathy pun mentertawakan Mouse yang jatuh dari sepedanya. “Haaaa,,,haaaaa,,,makanya jangan sombong kamu Mouse”. Kata Cathy. Mendengan Cathy tertawa Mouse tidak terima lalu Mouse mengejar Cathy, Cathy juga balik mengejar Mouse dengan sekuat-kuat tenaga. Akhirnya Cathy terjatuh saat mengejar Mouse“Aduh,,,sakit” kata Cathy,,,”makanya jangan mentertawakan saya akhirnya jatuh juga” kata Mouse. Mendengar perkataan Mouse tadi, Cathy berusaha bangun berdiri dari jatuhnya, Cathy mengamati timgkah laku Mouse dan berniat untuk menerkam Mouse, namun tidak berhasil dicegah oleh Rabbit. “Waduuh,,,mereka bertengkar lagi” kata Rabbit. Dengan secepat kilat Rabbit berusaha untuk membantu mereka berdua agar berdamai dan tidak bertengkar lagi. “Sudah-sudah,,,jangan begini terus kalian tidak baik,,,kita hidup mesti harus saling menghargai, saling mengharmati, jangan saling membenci, apalagi kan kita teman”. Kata Rabbit. Dan Rabbit melanjutkan dengan penjelasan “kalian ingat kata emmak, kita berteman harus baik kepada siapapun,,,ketika teman jatuh di tolong, ketika teman lewat disapa, ketika teman beli sepeda baru ikut senang dan berdoa siapa tau nanti kita juga bisa beli sepeda baru”.kata Rabbit dan berhasil mengulangi perkatan emmaknya. Dan kamu Mouse kalau punya sepeda baru ajak teman bermain bersama bukan seperti itu Mouse. Kata Rabbit dengan panjang lebar menjelaskan. Rabbit terkenal dengan penurut, bersahabat, dan tanang, serta rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga jika mendengarkan orang lain berbicara cepat mengikuti perintah. Selain itu juga Rabbit dikenal oleh teman-temannya sebagai mudah berkomunikasi, beradaptasi dan bisa menyelesaikan masalah.
Pertengkaran antara Cathy dan Mouse pun berakhir Rabbit meminta Cathy dan Mouse untuk saling memaafkan. “ Cathy,,,Mouse,,, ayo kalian saling minta maaf,,,” dan setelah ini kalian jangan bertengkar lagi ya kata Rabbit dengan tegas. “Mouse saya minta maaf ya” kata Cathy kepada Mouse. “iya Cathy,,,saya juga minta maaf ya”. Sambung Mouse. “naah,,,gini kan enak dengarnya” kata Rabbit dengan sedikit canda. Meraka tersenyum bersama dan mereka sudah baikan dan tidak bertengkat lagi dan mereka menjadi sahabat dan hidup bahagia.
( Mohon maaf Cerita ini hanya fiktif belaka Tidak ada unsur menyinggung siapapun hanya sebagai hiburan terutama yang mencintai CERPEN )