Haaaiii,,,nama saya Ervina Syafira Launa, panggil saja Fira. saya berusia 14 tahun, hobi saya mengeksplor alam, cara saya menjelajahi alam melalui lukisan, saingan saya adalah kakak saya He,,,he,,,he,,, yang bernama Elssya Carina, selain saingan kakak juga sebagai ide dan inspirasi bagi saya.
Bu guru masuk kelas Pembelajaran pun dimulai, namun tak lupa kami berdoa bersama agak belajar mendapatkan keberkahan. “Anak-anak ibu ada tugas untuk kalian. kata bu guru. ternyata tugas untuk membuat lukis dengan tema “alam Indonesia ku” kalian boleh menggambarkan kondisi sebuah tempat tinggal kalian, hamparan sawah nan hijau, pegunungan, sungai, hutan, dan semua itu ibu serahkan kepada kalian untuk mengeksplor lukisan kalian. Waktu yang ibu berikan selama satu minggu ya anak-anak,,,kami pun menjawab siap bu guru dengan semangat.
Awalnya fira ingin melukis bunga raflesia dengan latar hutan, namun setelah mendengar beberapa teman-teman juga ingin melukis bunga raflesia tersebut, di dalam pikiran fira lukisan bunga raflesia sudah banyak yang menginginkan ide lukisan itu ,,,sampai pulang sekolah fira masih mencari ide apa yang akan fira tuangkan ke dalam sebuah lukisan. Sampai dirumah fira langsung bertanya kepada kakak. Kakak,,tadi di sekolah ada tugas dari bu guru,,,tugas apa kata kakak bertanya balik kepada fira. Melukis dengan tema “Alam Indonesia ku”. Menurut kakak fira harus gambar apa ya kak? Tanya fira kepada kakaknya. “alam indonesia kan sangat luas, boleh dengan melukis apapun baik itu persawahan, gunung lautan, sungai, hutan, dan diisi dengan burung-burung, atau kupu-kupu dengan taman bunga,,,intinya banyak fira kata kakak menjelaskan kepada fira. Dan fira pun masih belum menemukan ide yang tepat.
Setiap hari kami di sekolah selalu menceritakan ide lukisan apa, masing-masing masih mencari ide yang sesuai dengan tugas bu guru. Obrolan kami ketika istirah selalu dengan tema lukisan ada yang berpendapat seperti ini: “ Selain bunga raflesia dengan latar hutan boleh juga misal kita nanti pilih lukisan dengan contoh ,, persawahan dengan sungai yang berliku, dengan pepohonan yang rindang agar terlihat asri dan segar melihatnya,,, dan tak lupa beri pemanis dua ekor bebek yang sedang berenang dan ada pondok kecil sebagai pemanis sawah ,,,atau Ada yang melukis laut dengan matahari yang terbenam menandakan senja yang sangat indah. Dan mungkin juga nanti ada yang melukis sebuah rumah kecil yang dikelilingi dengan taman bunga ada kupu-kupu dan capung yang hinggap di bunga tersebut atau rumah nelayan yang berada di pesisir laut. Terang aldo kepada kami berusaha untuk membantu kami mencari ide. Fira sedikit menemukan ide namun belum pasti dan masih sedikit bingung.
Keesokan harinya di hari minggu libur seperti biasa saya membantu ibu untuk membersihkan rumah, tiba-tiba plaak,,,sebuah bingkai terjatuh, ternyata itu adalah sebuah lukisan yang bergambar gunung dan burung. “oh,,,ini mungkin yang dimaksud kakak kata fira dalam hari. Lukisan yang jatuh tadi ternyata adalah lukisan kakak fira dan mereka berdua sama, suka melukis. “oke fira akan melukis ini dengan versi yang berbeda,,setelah berberes rumah fira menyiapkan beberapa perlengkapan untuk melukis seperti pensil, penghapus, kuas, palet, easel, kanvas, cat, peraut, spidol permanen, dan tak lupa lap. Namun fira masih mencari agar lukisannya tidak sama persis dengan lukisan kakaknya. Fira pun masih mencari bagian mana yang akan dibedakannya. Gambar kakak hanya sebagai sumber kemunculan ide fira. Setelah beberapa menit, fira menemukan ide dan Fira pun membuat sketsa lukisannya, hari ini fira fokus membuat sketsa sampai selesai kata fira. Ternyata membuat sketsa lukisan membutuhkan waktu yang cukup lama kata fira dalam hati sehingga fira melanjutkannya esok hari.
Fira melanjutkan lukisannya memilih cat apa yang dipakai, karena fira menggunakan kanvas fira memilih menggunakan cat akrilik. “Kalau cat fira habis, fira minta cat kakak deh,,,fira berbicara dengan pelan dan hendak bercanda dengan kakaknya. Fira mempersiapkan warna yang sudah dipadukan, dan fira dengan spontan menggunakan teknik plakat warna atau warna tebal dengan menyesuaikan warna alam, dan tak lupa dengan bantuan kuas untuk menyapu warna disetiap sketsa yang sudah fira buat. Setiap sudut dan objek dari sketsa fira menggunakan kuas yang berbeda agar warna yang disapu tidak merusak warna dan bagian yang lain.
Beberapa hari berjalan lukisan fira pun selesai. Fira membawanya ke sekolah saat fira masuk kelas semua teman-temannya kagum dengan lukisan fira “wow,,,masyaAllah lukisan mu bagus sekali fira” kata temannya. “lukisan kalian juga bagus-bagus” kata fira kepada temannya. Lukisan kami siap dan bisa diserahkan kepada bu guru,,,bu guru tiba di kelas,,,dengan kalimat assalamualaikum,,alhamdulillah dan masya Allah bu guru ucapkan dengan nada yang takjub kepada lukisan kami. Apa tema lukian mu ini fira tanya bu guru kepada fira, fira pun menjawab, “burung merak dengan latar gunung dan sungai bu” jawab fira. Bagus sekali Fira. Kata bu guru. Terimakasih banyak bu jawab fira. Tepuk tangan untuk kalian semua dengan hasil lukisan yang luar biasa. Kalimat dari bu guru membuat kami semangat untuk terus melukis. lukisan kami punya ciri khas masing-masing dan akhirnya tugas kami selesai dengan tepat waktu. (Cerita ini hanya fiktif ya)
Penulis : Adzra Faraas Ananda