Pojokkatanews.com – Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas menggelar aksi unjuk rasa transparansi dan keadilan terkait dana Program Indonesia Pintar (PIP), di Gedung DPRD Kabupaten Sambas. Kamis (27/2/2025).
Namun mahasiswa kecewa lantas aksi mereka tidak ditemui oleh anggota DPRD kabupaten Sambas, sehingga mereka mengacam akan kembali melakukan aksi unjuk rasa.
Korlap Aksi Lutfhi mengungkapkan ras rasa kecewa terhadap anggota DPRD yang tidak menemui mereka ketika menyampaikan aspirasi untuk kepentingan rakyat.
“Kami sangat kecewa pada hari ini anggota DPRD kabupaten Sambas tidak mengindahkan suara kami.” Ucapnya, lutfi korlap aksi (27/2/2025)
Sementara Negosiator Aksi Muhammad Farhan menyampaikan bahwa perjuangan ini merupakan langkah nyata dalam menegakkan hak-hak mahasiswa dan masyarakat Sambas.
“Kita satukan suara, satukan gerakan untuk turun ke jalan, menyuarakan hak yang seharusnya bukan milik dia,” tegasnya.
Adapun tuntutan yang dibawa oleh Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas yakni menuntut transparansi penuh terhadap data penerima PIP, baik reguler maupun non-reguler, serta meminta penjelasan rinci mengenai mekanisme penyalurannya.
“Kami mendesak DPRD Kabupaten Sambas untuk menghadirkan Dinas Pendidikan guna memberikan klarifikasi terkait persoalan ini,” ucapnya.
“Selain itu,mempertanyakan perkembangan kasus dugaan penyalahgunaan dana PIP yang telah dilimpahkan ke Polres Sambas dan menuntut agar pihak berwenang segera mengusut tuntas serta menindak tegas oknum yang terlibat, ” Sambungnya.
Dalam aksi ini, mahasiswa juga menuntut DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menyelidiki lebih lanjut dugaan penyelewengan dana PIP.
“Kami mengecam segala bentuk intimidasi terhadap penerima dana PIP yang mungkin terjadi, serta meminta Inspektorat untuk mempercepat proses audit agar dugaan penyalahgunaan dana dapat segera terungkap,” tegasnya.
Farhan menambahkan, bahwa aksi demontrasi ini akan berlangsung sampai tuntutan terpenuhi.
“Kita akan menunggu sampai kasus ini selesai dan terpenuhi,” tutupnya. (Run).