You are currently viewing Safari Ramadhan di Desa Gapura, Satono Ajak Makmurkan Masjid

Safari Ramadhan di Desa Gapura, Satono Ajak Makmurkan Masjid

pojokkatanews.com – Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., memimpin rombongan Safari Ramadhan 1445 Hijriah di Masjid Al-Muhajirin, Dusun Mentibar, Desa Gapura, Kecamatan Sambas. Kamis, (22/3/2024).

Dalam momentum tersebut, Bupati Sambas menyampaikan komitmennya untuk membangun Kabupaten Sambas agar terus maju, pemerintah dan masyarakat harus bersatu padu bersinergi mewujudkan visi misi Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas.

 

“Kita harus kompak dan solid, bantu Kades dan Camat untuk membangun kampung kita untuk terus maju. Saya kepingin 5 tahun hingga 10 tahun yang akan datang ada orang Gapura yang menjadi orang hebat,” tutur Satono.

Ia mengatakan untuk menjadi hebat harus sekolah. Pastikan saat ini anak cucu generasi yang akan datang tidak ada yang putus sekolah, terlebih jika alasannya karena terhambat oleh biaya.

 

“Pastikan anak cucu ibu usia sekolah tapi tidak berhenti sekolah, sekarang masuk sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA itu gratis,” kata Bupati Satono.

 

Jika tidak ingin bersekolah di sekolah negeri, Satono menawarkan kepada masyarakat setempat untuk menyekolahkan anak cucu mereka di pesantren yang dimilikinya.

 

“Silakan bagi anak cucu Bapak Ibu yang ingin masuk pesantren lapor kepada saya. Di Sambas itu ada pesantren yang namanya Sulthoniyah, perempuan maupun laki-laki bisa sekolah di sana. Bagi yang tidak mampu untuk masuk pesantren saya menanggungnya, tetapi bagi yang mampu tidak boleh pelit dengan rejeki untuk memintarkan anak cucu kita,” jelas Bupati Satono.

 

Satono mengatakan bahwa orang tua yang menyekolahkan anaknya itu salah satu dari bentuk jihad fi sabilillah. Apa yang telah diupayakan dan dikeluarkan untuk menyekolahkan anak cucu tidak membuat seseorang menjadi miskin.

 

“Tadi sudah disampaikan oleh Kades Gapura bahwa Masjid Al-Muhajirin ini sedang dalam tahap pembangunan. Saya Bupati Sambas beserta Sekda dan jajaran bisa membantu tetapi tidak bisa sepenuhnya, harus ada partisipasi dan gotong-royong dari kita semuanya,” ungkap Bupati Sambas.

 

Jika tidak bisa membantu dengan harta bantu dengan tenaga, jika tidak ada harta dan tenaga bantulah dengan doa yang terbaik.

 

Satono yakin bahwasanya masjid Al-Muhajirin cepat terbangun. Kendati demikian masyarakat saat ini banyak yang latah membentuk panitia pembangun masjid, tetapi pada saat masjid telah berdiri kokoh, tidak pernah membentuk panitia memakmurkan masjid.

 

“Jangan sampai mubazir, jika berani membangun masjid yang besar ramaikan masjid tersebut setiap hari, bawa anak cucu kita untuk belajar baca al-Quran di masjid,” pungkas Satono. (Nik)

Tinggalkan Balasan