You are currently viewing Duta Teknologi Kalbar 2023 Anugrah Isromi Mampu Terapkan Teknologi Implementasi Kurikulum Merdeka

Duta Teknologi Kalbar 2023 Anugrah Isromi Mampu Terapkan Teknologi Implementasi Kurikulum Merdeka

pojokkatanews.com – Seorang guru asal SMA Negeri 2 Sambas, Anugrah Isromi, M.Pd., merupakan Duta Teknologi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek RI melalui Program PembaTIK 2023.

Duta Teknologi merupakan guru terpilih yang mengimplementasikan praktik baik pemanfaatan platform teknologi berbasis e-pembelajaran.

Melalui praktik baik ini, Duta Teknologi menjadi inspirator bagi guru lain dan melakukan upaya penyebaran dan peningkatan pemanfaatan platform teknologi untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di provinsi masing-masing.

“Duta Teknologi adalah guru yang berhasil menyelesaikan PembaTIK sampai dengan level 4, dan terpilih menjadi peserta terbaik di setiap provinsi. Duta Teknologi menjadi inspirator praktik baik dalam pemanfaatan platform teknologi untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di provinsi masing-masing,” jelas Anugerah Isromi. Senin, (8/7/2024).

PembaTIK merupakan program peningkatan kompetensi pendidik dalam kegiatan Belajar, Mengajar dan Berkarya untuk mendukung terciptanya Inovasi Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dengan mengedepankan Pemanfaatan Platform Teknologi.

Guru asal Kabupaten Sambas yang berusia 37 tahun ini menuturkan peningkatan Kompetensi TIK guru ini mengacu pada standar kompetensi TIK yang terdiri dari 4 level, yakni level literasi, implementasi, kreasi, serta berbagi dan berkolaborasi.

Duta Teknologi menjadi mitra kemdikbudristek sebagai Jangkar Teknologi Pendidikan Indonesia dalam rangka mendorong peningkatan pendayagunaan TIK untuk pembelajaran.

Ia memaparkan terdapat beberapa hal yang telah dilakukannya yang membuat para dewan juri meliriknya dan menobatkannya sebagai Duta Teknologi Kalimantan Barat.

“Saya dinilai mampu melewati setiap ujian dan penyelesaian tugas di setiap levelnya, kemudian mampu berbagi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak khususnya mau berbagi dengan jenjang pendidikan manapun. Misalnya, saya berada di jenjang SMA namun saya jug berbagi dengan guru dari jenjang PAUD, SD, SMP bahkan yang sifatnya tidak formal seperti berbagi ke rumah rekan-rekan guru,” papar Anugrah.

“Selain itu proses penyelesaian tugas akhir dan kegiatan berbagi saya terlihat lebih real sesuai dengan kondisi geografis dan sosiologis Kalbar dan Sambas khususnya. Saya juga dinilai tim penilai memiliki sifat tidak ambisius yang mengarah ingin menonjol sendiri karena seorang duta harapanya bisa bekerja sama dengan duta yang lain maupun pihak lain. Mampu menggunakan platform teknologi dalam proses pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan yang tak kalah penting mampu mengoperasikan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dengan baik,” sambungnya.

Selama menjadi Duta Teknologi Kemendikbudristek, guru muda ini telah menjelajahi daerah-daerah di Kalimantan Barat untuk menjadi narasumber dan juga aktif menjadi pembicara kepada guru-guru di kancah Nasional mulai dari Sabang hingga Merauke melalui platform teknologi Zoom Meeting.

Dalam membumikan Duta Teknologi, tentunya tantangan juga datang menghampiri. Tantangan itu tentu saja dalam mengelola waktu untuk bisa berbagi di saat jam kerja guna membumikan adanya Duta Teknologi Kemendikbudristek yang siap berkolaborasi dengan berbagai pendidikan karena program ini masih asing di daerah.

“Solusinya dalam menghadapi tantangan itu dengan terus memanajamen waktu dengan baik dan bekerja sama dengan rekan-rekan guru lainnya di sekolah asal, kemudian mengatur seluruh agenda harian sehingga rapi untuk dijalankan, terus pantang menyerah untuk bergerak diberbagai kesempatan sehingga citra duta teknologi ini dapat diketahui khalayak ramai, lalu belajar dalam berbagai hal agar bisa berbagi dan berkolaborasi dengan banyak unsur, serta sering melakukan diskusi dengan siapa saja,” tuturnya.

Adapun pihak-pihak yang telah bekerja sama tentunya dengan pihak Balai Layanan Platform Tekno (BLPT) Kemendikbudristek, Komunitas Belajar Duta Tekno 2023, dan Komunitas Belajar Duta Tekno Kalbar.

“Saya menerapkan platform teknologi di beberapa hal yang pertama dalam proses pembelajaran, yang mana hal ini menjadi skala prioritas, dalam proses berbagi dan berkolaborasi, dan memanfaatkan dengan optimal media sosial yang ada dalam rangka menginspirasi,” kata Anugrah.

Anugrah berpesan kepada generasi selanjutnya untuk terus belajar dan mengeksplore diri sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Hadirnya duta teknologi ini juga diharapkan mampu menjadi inspirator dan motivator khususnya bagi guru untuk dapat terus mengembangkan potensi dirinya dalam berbgai hal khususnya dalam dunia pendidikan.

“Melalui program pembaTIK ini dan hadirnya duta ini saya berharap akan menjadi wadah untuk seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan pegawai Disdik dapat meningkatkan kompetensinya dalam memahami konsep-konsep pembelajaran dan tentunya pemanfaatan platform teknologi,” tutup Anugrah Isromi. (Nik)

Tinggalkan Balasan