pojokkatanews.com – TP PKK Kabupaten Sambas berkolaborasi bersama Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas peringati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, mengangkat tema Bersatu Untuk Kebersihan Tangan Bersih Sehat bertempat di Halaman SD Islam Terpadu Sulthoniyah Desa Tanjung Mekar Kecamatan Sambas, Selasa, (18/10/2022).
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sambas, Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Kepala Kejaksaan Negeri Sambas, Asisten Setda Kabupaten Sambas, Staf Ahli Bupati Sambas, Kodim 1208 Sambas, Ketua Persit Kodim 1208 Sambas, Ketua MUI Kabupaten Sambas, Tokoh Masyarakat dan tokoh agama.
Dikatakan oleh Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., kegiatan tersebut sudah terlaksana kedua kalinya di zaman kepemimpinan dirinya, terlebih cuci tangan pakai sabun menjadi hal yang selalu dikampanyekan semenjak Covid-19 melanda.
“Ini adalah kegiatan saya yang kedua kalinya di masa saya ini yaitu peringatan cuci tangan pakai sabun sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober 2022. Peringatan cuci tangan pakai sabun sedunia baru digemborkan sejak 2 tahun terakhir selama Pandemi Covid-19,” katanya.
Ia menuturkan bahwa agama Islam telah mengajarkan umat Islam untuk mencuci tangan sejak 14 abad yang lalu.
“Sebenarnya praktek dan tradisi cuci tangan itu sudah diajarkan bagi umat Islam 14 abad yang lalu, Islam sudah mengajarkan kepada kita semua untuk mencuci tangan terlebih saat kita baru bangun tidur,” tutur Bupati Sambas.
Bupati Sambas berpesan untuk terus mensosialisasikan cuci tangan pakai sabun bukan hanya di sekolah tetapi juga di tempat tinggal masing-masing dan kegiatan seperti tersebut kedepannya harus secara bergilir di kecamatan-kecamatan.
“Oleh karena itu ini terus galakkan bagaimana generasi kita, anak-anak kita menerapkan cuci tangan pakai sabun bukan hanya disekolah tetapi juga digerakkan di kampung-kampung, kalau bisa bergilir ke kecamatan lain dan libatkan kades dan TP PKK desa yang terpenting itu guru-guru di sekolah agar dapat mentransformasikan nilai-nilai kepada murid di sekolah,” pungkas Bupati Sambas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya, S.K.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa mencuci tangan pakai sabun dicanangkan oleh PBB sebagai kampanye global. Diharuskan mencuci tangan pakai sabun karena sabun mempunyai sifat yang bisa menghancurkan lemak, virus dan bakteri.
“Hari cuci tangan pakai sabun sedunia dicanangkan oleh PBB pada tanggal 15 Oktober sebagai kampanye global. Mengapa begitu pentingnya cuci tangan ini karena telah terbukti secara riset bahwa melalui cuci tangan dengan cara enam langkah dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, ini membuktikan seluruh mikro organisme terutama bakteri dan virus itu bisa mati atau lepas dari tangan,” ujarnya.
Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir juga dapat mencegah penyakit diare dan influenza terutama pada anak-anak.
“Dengan cuci tangan pakai sabun dapat mencegah terutama anak-anak dari penyakit menular terutama saat musim pandemi Covid-19. Setelah itu penyakit diare dan influenza apabila kita membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir dapat terhindari dari virus dan bakteri,” kata Hendi.
Selain sabun, cairan hand sanitizer dan alkohol juga dapat membersihkan tangan yang tidak terlalu kotor.
“Jika tidak ada sabun, dapat menggunakan hand sanitizer jika tangan tidak terlalu kotor atau bisa menggunakan cairan disinfektan dan alkohol, tetapi jika tangan mudah iritasi maka sebaiknya mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir,” imbuhnya.
Ia menuturkan bahwa dengan 6 langkah dan 20 detik, cuci tangan pakai sabun dapat membunuh bakteri.
“Cuci tangan terdapat 6 langkah mulai dari tangan, punggung dan kuku selama 20 detik. Dalam waktu 20 detik maka sabun sudah cukup untuk membunuh dan menghancurkan permukaan lapisan kulit dari bakteri,” tuturnya.
Kadis Kesehatan Kabupaten Sambas berpesan untuk menjadikan cuci tangan pakai sabun sebagai habits dan bentun kampanye.
“Mari jadikan ini menjadi kebiasaan kepada anak-anak kita terutama pada saat selesai buang air besar atau habis bermain harus mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Ini adalah bentuk kampanye supaya anak-anak kita sehat dengan mulai cuci tangan pakai sabun,” pungkas Hendi. (nik)