You are currently viewing Lapak Pasar Rakat Tebas Kian Sepi

Lapak Pasar Rakat Tebas Kian Sepi

Pojokkatanews.com- Lapak yang tersedia di Pasar Rakyat Tebas (PRT) banyak kosong, dan mulai rusak.

 

Hal ini ditemukan redaksi Pojokkatanews saat melihat langsung kondisi pasar rakyat yang menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Tebas tersebut, Jumat (18/2)

 

Sumiati, salah satu penjual aksesoris di PRT mengatakan khusus yang mendapat lapak bagian depan masih ada dilihat pembeli, namun yang dibelakang jangankan dibeli, dilirik pun sangat jarang oleh pelanggan.

 

“Untuk pelapak di bagian depan masih ada pembelinya, tapi kalau di belakang memang sepi, jadi semakin hari semakin kosong lapak bagian dalam,” Katanya.

 

Dia menyampaikan bahwa banyak lapak depan yang tutup, tapi tidak memberikan izin kepada lapak lain untuk menempatinya dan dibuka kadang hanya untuk tahunan.

 

“Seharusnya untuk lapak yang kosong didepan, bisa diisi oleh siapa saja yang mau berjualan, tapi kadang pemilik lapak awal tidak mau mengizinkannya, sebelumnya lapak saya ada di belakang, untuk mencari 50 ribu pun susah dan membuat saya bangkrut, hingga saya sempat harus lari ke aruk untuk berjualan,” bebernya.

 

Keni, salah satu penjual Baju di PRT juga menyebut bahwa posisi lapaknya dibelakang sangat tidak menguntungkan, sehingga omset penjualannya semakin turun.

 

“Untuk penjualan saya sangat jauh menyusutnya, mungkin karena saya mendapat bagian dibelakang, saat baru-baru pindah ke Pasar Rakyat itu sangat ramai, Cuma semakin tahun semakin berkurang, terutama dibagian belakang sini, semakin sedikit pelapak, maka akan berkurang minat pembeli untuk kebagian belakang,” keluhnya.

 

Ketua Asosiasi PRT, Atnah menjelaskan bahwa lapak belakang memang sangat jarang didatangi pengunjung, maka dari banyak pelapak yang sampai pindah, bahkan banyak yang tutup karena tidak mendapat pelanggan sama sekali.

 

“Lapak dibelakang kosong itu sudah lama, alasannya Cuma satu karena disana sangat sepi, saya juga punya lapak dibelakang, karena sepi saya terpaksa pindah kedepan, namanya juga mau cari makan, tidak mungkin kalau sepi tetap kita tunggu,”Jelasnya.

 

Dirinya berharap agar pemda dapat berkunjung ke PRT dan dapat memasang kembali CCTV agar keamanan PRT lebih terjaga, serta Atnah ingin Pemerintah segera memberikan perbaikan terhadap kondisi lantai yang sudah banyak lepas dan pecah, hal itu hampir disemua lapak

 

“Kami harap Bupati dapat meninjau langsung kondisi PRT dan kami minta pemasangan kembali CCTV, karena yang lama sudah tidak aktif lagi, itu juga untuk menjaga keamanan pasar selama 24 jam, Lantai disini disebut lantai Porselen, tapi bunyinya seperti lantai papan, pembeli yang jarang-jarang kesini kadang berteriak “Buk aman tidak kalau lewat sini, bunyinya kok begini”, dan membuat mereka berjalan dengan menjinjit kakinya, kadang malu juga sih karena PRT ini adalah Ikon,” Pungkasnya. (Yud)

Tinggalkan Balasan