pojokkatanews.com – Tiga orang pemuda Sambas mengikuti Rapar Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network yang (ICCN) 2022 di iNews Tower, Jakarta Selatan.
Salah satu peserta asal Sambas Achmad Subhi yang merupakan perwakilan dari komunitas Komunitas Film Sambas (Kofisas) menyampaikan bahwa ICCN diikuti oleh 240 kota kabupaten yang ada di Indonesia. Dalam Rakornas tersebut juga dilakukan penyusunan rencana program berkelanjutan yang dihadiri langsung oleh Menteri-menteri, pemuda dan perwakilan kepada daerah.
“Acara Rakornas ICCN (Indonesia Creative Cities Network) 2022 adalah acara yang di inisiasi ICCN untuk seluruh jejaring kreatif perwakilan dari 240 Kota dan Kabupaten seluruh Indonesia dalam hal rapat kerja nasional penyusunan program berkelanjutan, acara yang dilaksanakan selama 3 hari ini dihadiri langsung oleh Menteri BUMN, Menteri Koperasi dan UKM (menkop ukm), Wamen Parekraf, Pak Whisnutama, Putri Tanjung dan banyak lagi perwakilan kepala daerah yang hadir,” ujarnya. Senin (3/10/2022)
Subhi membenarkan bahwa mereka mengikuti ICCN melalui jalur undangan, lalu melakukan seleksi antar komunitas pelaku industri kreatif dan terpilihlah Komunitas Film Sambas (Kofisas), Falsafah Melayu Community dan Creative Studio Art, Perwakilan dari Penyanyi, Sutradara dan Desain Grafis sebagai perwakilan Kabupaten Sambas.
“Ya, setelah mendapat undangan dari ICCN kita segera menentukan perwakilan komunitas yang diutus karena orang yang mewakili haruslah pelaku industri kreatif dan punya kompetensi dibidangnya masing-masing serta paham potensi dan permasalahan yang ada didaerahnya,” tutur Subhi.
Ia mengatakan tidak ada syarat khusus untuk mengikuti kegiatan tersebut tetapi yang menjadi perwakilan untuk mengikuti Rakornas ICCN ialah pelaku kreatif dari jejaring komunitas ya3sudah terafiliasi dengan ICCN.
“Sebenarnya tidak ada syarat khusus akan tetapi yang berhak mengikuti adalah pelaku kreatif dari jejaring komunitas yang sudah terafiliasi dengan ICCN. Yang mana mereka lahir dari berbagai bidang dan keahlian yang mewakili daerahnya dengan komitmen untuk memberikan perubahan dan perbaikan dibidang industri kreatif dengan membangun simpul-simpul komunitas dengan jejaring diseluruh Indonesia melalui satu rumah besar yang kita namai ICCN,” katanya.
Ia yakin dengan apa yang telah mereka dapatkan pada kegiatan tersebut dapat mengaplikasikan program-program yang telah dirumuskan ICCN tetapi Pemerintah Daerah khususnya Kabupaten Sambas dan masyarakat juga mendukung hal tersebut.
“Sebagai acuan yang telah dirumuskan ICCN dalam 11 Jurus Program Catha Ekadasa guna mewujudkan 10 Prinsip Kota Kreatif saya pikir sangat mudah dan efektif diterapkan pada tataran daerah. Dengan sederhana kita artikan ICCN sudah menyiapkan software nya dan kita tinggal instal didaerah masih-masing dengan menyesuaikan karakter, potensi dan budaya kedaerahan. Saya sangat yakin lewat apa yang sudah kami dapatkan di Rakornas ICCN bukan hanya landasan teori yang kami bawa tapi pengaplikasian yang konkrit kedepannya asal didukung penuh Pemerintah daerah dan seluruh Stakeholder serta masyarakat,” jelas Subhi.
Saat ditanyakan seberapa optimis anak muda di Kabupaten Sambas dalam mengembangkan ekonomi kreatif, Subhi dengan tegas menjawab bahwa ia dan teman-temannya sangat optimis terhadap pengembangan ekonomi yang dilakukan oleh anak muda demi memberikan perubahan menujj kota kreatif Indonesia.
“Ini pertanyaan yang sering ditanyakan atas keraguan yang sebenarnya bisa kita jawab dengan pasti. Saya sangat optimis, dengan membersamai kawan-kawan kreatif yang ada di Sambas asal Pemerintah daerah dan stakeholder lain mendukung serius,” Katanya.
“Salah satunya kita harus mendorong dibangunnya Creative Hub/ Creative Center yang ada di Sambas dengan catatan penting yang pengelola memang harus kawan-kawan lintas komunitas kreatif karena banyak pengalaman tempat yang dikelola pemerintah kurang berkembang dan tidak masive. Sudah saatnya percayakan ke kawan-kawan kreatif yang sekarang tersebar diseluruh Kabupaten Sambas untuk memberi sentuhan dan perubahan bersama kearah yang lebih baik menuju kota kreatif indonesia dan dunia dimasa depan,” tambahnya.
Ia mengungkapkan saatnya untuk berkolaborasi lijtas sektor, komunitas dan lintas budaya untuk membangun industri kreatif agar Kabupaten Sambas berpotensi menjadi kota kreatif di masa akan datang.
“Banyak sekali workshop, pelatihan dan studi tour yang sudah pemerintah, legislatif atau kelompok masyarakat lakukan di Sambas. Sudah saatnya kita berkolaborasi dan elaborasi lintas sektor, lintas komunitas, lintas budaya dalam hal membangun bersama industri kreatif karena Saya melihat Sambas dari latar belakang sejarah, budaya, alam dan masyarakatnya adalah potensi kota kreatif dunia dimasa depan dengan narasi kedaerahan yang kuat, maka kitalah yang akan merancang dan mewujudkannya,” Pungkasnya. (nik)