You are currently viewing Kartu Tani Tak Berfungsi Ratusan Petani Demo DPRD

Kartu Tani Tak Berfungsi Ratusan Petani Demo DPRD

Pojokkatanews.com- Lebih dari 150 petani mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sambas keluhkan tak bisa dapat pupuk bersubsidi karena kartu tani yang mereka miliki tak bisa digunakan.

Massa aksi yang tergabung atas Gerakan Rakyat Serentak atau Gertak ini, meminta pemerintah segera mengatasi hal tersebut, karena masa tanam padi dan pemupukan sudah tiba.

“Hari ini kami para petani yang tergolong dalam GERTAK menyampaikan permasalahan kartu tani sebab kartu yang diluncurkan hampir satu tahun lamanya sangat sulit untuk digunakan sesuai fungsinya, kelompok tani tidak semua mendapatkannya dan hanya sebagian saja, ini menjadi polemik di lapangan khususnya di desa kami,” kata satu diantara demonstran bernama Jumi saat di wawancara. Kamis (6/10/022).

Jumi menyampaikan, bahwa banyak petani yang belum memiliki kartu tersebut, selain itu yang memiliki kartu juga ternyata tak bisa menggunakan kartu ttani untuk menebus pupuk bersubsidi

“Kami sangat mengeluhkan dengan program yang direncanakan oleh salah satu bank di Kabupaten Sambas, bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas yang seharusnya kartu ini mudah digunakan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sebelum masa panen malah menjadi lebih sulit dari apa yang dijanjikan,” ucapnya.

Lanjut dia mengatakan, dengan permasalahan kartu tani dan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi ditengah desakan kebutuhan waktu pemupukan, membeli pupuk non subsidi adalah pilihan yang mustahil untuk dilakukan.

“Dengan harga pupuk yang tidak bersubsidi sangatlah mahal, seperti menjual padi sembilan karung hanya untuk mendapatkan satu pupuk, sedangkan harga padi perkilonya hanya mencapai 5 ribu, darimana kami mendapatkan keuntungan dan bisa sejahtera jika keadaannya seperti ini,” ungkapnya.

Ditambah lagi, imbas kenaikan harga BBM juga mencekik rakyat seperti harga solar yang harus dibeli sampai dengan harga 15 Ribu Rupiah per liter.

“Belum selesai permasalahan kartu tani ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM jenis solar yang mencapai 15 ribu per liter, sudah itu susah didapatkan dan penggunaan solar itu digunakan untuk membajak sawah,” ungkapnya.

“Kami berharap Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait dapat segera mencarikan solusi terkait kartu tani, jangan sampai petani merasakan kesulitan,” sambungnya.

Dia mengaskan, kehadiran ia ikut dalam barisan unjuk rasa ingin bertemu dengan Bupati Sambas dan mengatakan bagaimana kebijakannya setelah mendengar apa yang dirasakan petani.

“Kami ingin Bupati Sambas mendengar dan mengeluarkan kebijakannya, sehingga kami mendapatkan titik terang atas kartu tani yang bermasalah dan menyulitkan kami, sedangkan harga karet juga mengalami penurunan, tidak pernah naik harga jual karet, masalah yang kami hadapi ini seperti tidak pernah selesai,” katanya.

Tinggalkan Balasan