You are currently viewing Pernikahan Dini Beresiko Pada Kesehatan Anak

Pernikahan Dini Beresiko Pada Kesehatan Anak

 

Pojokkatanews.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo mengungkapkan beberapa dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi diantaranya dapat melahirkan bayi prematur, Bayi berat Lahir Rendah (BBLR) dan perdarahan persalinan. Selasa (2/5/2023).

Ganjar Eko Prabowo menyarankan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak di seluruh dunia, berbagai usaha dilakukan antara lain, mencegah terjadinya pernikahan dini.

“Meningkatkan edukasi dan pemberdayaan perempuan. Jika edukasi perempuan tinggi, harapannya akan lebih melek tentang kesehatan. Sehingga mampu menentukan untuk menunda pernikahan ataupun kehamilan, World Health Organizazion (WHO) telah mengeluarkan peraturan untuk melarang terjadinya pernikahan pada usia kurang 18 tahun,” katanya.

Selain itu, mensiasati dengan norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Kemudian memfasilitasi Antenatal Care (ANC) pada ibu-ibu usia muda.

“Menggunakan sarana layanan kesehatan sebagai perantara menuju sarana pelayanan lainnya. Melakukan evaluasi dan perluasan cakupan,” jelasnya.

Kata Dia, meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi, meliputi pengetahuan bahwa perempuan bisa hamil dengan 1 kali hubungan seksual.

“Penularan HIV/AIDS dapat dikurangi jika berhubungan seksual dengan satu pasangan yang tidak memiliki pasangan dan penggunaan kondom,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, memiliki pengetahuan komprehensif seputar HIV/AIDS dan mengetahui satu atau lebih gejala PMS pada laki-laki dan perempuan. Mengetahui tempat penyedia layanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja.

“Informasi kesehatan reproduksi remaja hanya diketahui oleh 35,3 persen remaja perempuan dan 31,2 persen remaja laki-laki. Pendidikan dan pemberdayaan pada remaja sangatlah penting untuk menghindari terjadinya pernikahan dini,” Pungkasnya. (Run)

Tinggalkan Balasan