Pojokkatanees.com – Persaudaraan Sambas Serantau (PASS) sukses melaksanakan kegiatan Tumpahan Salok Tahun 2023, dengan tajuk tema satukan hati membangun kebersamaan. Minggu (21/5/2025) di Gedung PCC Pontianak.
Ketua DPP PASS Manto Saidi mengatakan acara tumpahan salok merupakan kegiatan Tahunan dari PASS, kegiatan tumpahan salok bertujuan untuk menjalin dan memperkokoh kebersamaan masyarakat kabupaten Sambas khususnya yang sedang berada di perantauan.
Manto Saidi menambahkan dalam sebuah organisasi besar seperti ini tentu banyak warna, beragam kultur namun tidak terlepas dari adat budaya.
“PASS salah satu untuk mempersatukan dan merajut kebersamaan yang sesuai dengan arah gerak tujuan dari PASS. Masyarakat Sambas tak terlepas dari adat dan budaya yang masih sangat di junjung tinggi, harapannya masyarakat Sambas dapat menyatukan persepsi untuk membangun dari segi dan aspek manapun untuk kebaikan dan kemajuan di Kab. Sambas,” katanya.
Sementara ketua Panitia pelaksana Zulfidar Zaidar Mochtar menyampaikan peserta yang hadir kurang lebih seribu peserta yang hadir dalam tumpahan salok tersebut.
“Antusias masyarakat di perantauan sangat baik dalam menyambut kegiatan tumpahan salok, ini dibuktikan dengan jumlah peserta yang hadir kurang lebih seribu orang,” ucapnya.
Dalam sambutannya zulfidar mengatakan ucapan terimakasih kepada para panitia yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan kegiatan tumpahan salok pada tahun ini.
“Terimakasih kami ucapkan kepada panitia pelaksana yang telah bersusah payah dalam melaksanakan dan mensukseskan kegiatan tumpah salok ini, semoga mendapat amal yang baik bagi kita semua dan menjadi momen yang dikenang,” tuturnya.
Lanjut Dia menyampaikan, kegiatan tersebut diselingi dengan Tausiyah dan juga penghargaan kepada tokoh-tokoh yang mengharumkan.
“Kegiatan bukan hanya bersilaturahmi, namun di selingi dengan Tausiah dari ustadz Maulidin. Setelah itu panitia juga memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah mengharumkan dan berjasa di kab. Sambas, dari tokoh Pendidikan, Politik, Seni, tokoh agama dan sebagainya,” Jelas Zulfidar
“Kita berharap kegiatan tumpahan salok pada tahun selanjutnya dapat direspons baik kembali oleh masyarakat Sambas. Tutupnya. (Run).