pojokkatanews.com – Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Raden Sigit Witjaksono menghimbau warga Indonesia khususnya warga Kabupaten Sambas untuk tidak masuk ke negara Malaysia melewati jalur illegal. Jumat (21/6/2024).
Saat diwawancarai, KJRI Kuching mengatakan bahwa setiap minggunya banyak pekerja migran ilegal dari Indonesia yang dipulangkan karena tidak mempunyai dokumen yang lengkap.
“Hingga saat ini kita tela membantu memulangkan warga Kalbar dari Januari tadi sampai akhir Mei kemarin sudah 1.700 orang ditambah dengan reparasi sudah 1.800 orang totalnya yang kita pulangkan,” katanya.
Adapun kasus yang sering terjadi di Sarawak, Malaysia, yakni banyak pekerja migran yang masuk melalui calo, sehingga banyak yang ditangkap oleh Serikat Malaysia dan ditahan hingga 3 bulan lamanya.
Mengingat Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan banyaknya kasus pekerja migran ilegal yang tertangkap di Sarawak, Malaysia.
“Jangan pernah tertarik namanya agen-agen yang menjanjikan masuk cepat, dapat kerja, sering kita temui seperti itu ibu- ibu belum kerja, sudah bayar 7 hingga 8 juta rupiah atau sekitar dua ribuan ringgit,” ungkap Raden Sigit.
KJRI sebagai perwakilan Indonesia selalu hadir untuk melindungi warga Indonesia yang mendapatkan kasus di Malaysia.
“Bahkan setiap minggu kita bantu pemulangan, sementara sebelum dipulangkan kita bantu interview siapkan dokumen beberapa hari kemudian kita bantu pemulangan, namun di Miri bisa sampai tiga minggu karena (jaraknya) jauh, pemulangannya lewat Entikong, Kabupaten Sanggau,” tuturnya.
Terakhir, KJRI Kuching, Malaysia juga menghimbau agar warga Indonesia tidak menggunakan paspor liburan untuk bekerja.
“Jangan berpikiran paspor itu bisa untuk kerja, itu berlaku untuk jalan-jalan, tapi kalau untuk tinggal di sana dengan keperluan bekerja, sekolah dan sebagainya harus ada ijin tinggal, harus ada ijin kerja dan kalau kerja lama harus ada kontrak kerja. Semua (dokumen) harus dipenuhi kalau tidak, tidak terlindungi dan rata-rata paspornya ditinggal dan yang terjadi telantar,” pungkasnya. (Nik)