You are currently viewing Waspada Banjir, BPBD Bentuk Tim Tanggap Bencana Kecamatan

Waspada Banjir, BPBD Bentuk Tim Tanggap Bencana Kecamatan

Pojokkatanews.com- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, Marjuni telah melakukan Langkah antisipasi  terkait musim hujan secara terus menerus di Kabupaten Sambas, Senin (7/11/2022).

Pihaknya telah membentuk Tim Tanggap Bencana dan melakukan sosialisasi disetiap Kecamatan untuk mengambil tindakan sementara sebelum terjadinya banjir.

“Sesuai dengan komitmen bersama dengan kawan-kawan di kecamatan melalui Tim Tanggap Bencana yang sudah dibentuk dan dibuatkan grup WA Tanggap Bencana, untuk meningkatkan kesiapan,” kata Marjuni.

Marjuni menjelaskan juga sudah memberikan peringatan dan arah kepada setiap Desa yang berpotensi rawan terkena banjir berdasarkan data-data sebelumnya.

“Kami sudah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat dibeberapa desa di Kecamatan Sejangkung yang dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya adalah rawan terkena banjir,” jelasnya.

“Mengenai daerah rawan banjir di Kabupaten Sambas, seluruh kecamatan yang ada, itu rawan. Hanya saja tingkatannya berbeda-beda,” lanjut Kepala BPBD.

Dirinya menuturkan bahwa banjir ini merupakan tanggung jawab semua orang, khususnya masyarakat setempat yang lebih paham bagaimana kondisi lingkungannya, maka dari itu Kepala BPBD meminta kerjasamanya dalam langkah antisipasi.

“Terpenting adalah keterlibatan masyarakat setempat, karena mereka yang memahami kondisi daerahnya masing-masing, seperti apa jika banjir terjadi, apa yang akan dilakukan, inilah nantinya yang akan menjadi bahan dari Tim Tanggap Bencana untuk menentukan langkah selanjutnya jika banjir terjadi,” tutur Marjuni.

Marjuni berharap dengan beberapa tindakan kali ini dapat mencegah terjadinya banjir, tentu kedepannya Kabupaten Sambas terhindar dari bencana banjir.

“Mudah-mudahan banjir tak terjadi di Kabupaten Sambas, namun apapun itu harus diantisipasi, terutama bagi daerah yang selama ini tak masuk rawan banjir, ini juga menjadi kewaspadaan kami,” Tutupnya.

Sementara berdasarkan prediksi BMKG terkait kondisi curah hujan yang tinggi hingga akhir 2022, maka diperlukan antisipasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. (Yud)

Tinggalkan Balasan